Aniaya Pramuria Dan Rampas Perhiasannya, Pelaku Mengaku Kalut Karena Kalah Judi


Aniaya Pramuria Dan Rampas Perhiasannya, Pelaku Mengaku Kalut Karena Kalah Judi – Bermain judi bisa membuat pemainnya menjadi kaya raya, namun juga bisa membuatnya bangkrut seketika, seperti yang dialami oleh seorang pria bernama Wandi. Pengalaman kalah bermain judi ini sangatlah fatal akibatnya Wandi karena harus mendekam di penjara karena aksi yang dilakukannya.

Bertransaksi dengan Seorang Pramuria Setelah Kalah Main Judi
Cerita bermula ketika Wandi, yang bekerja sebagai operator dump truk di sebuah tambang, langsung menuju KM 30 Kitadin yang merupakan tempat untuk bermain judi. Dari permainannya tersebut, Wandi ternyata kalah dan membuatnya kalut hingga tidak bisa berpikir jernih. Wandi kemudian memutuskan untuk menuju Koi Pangku yang terletak di Jalan Poros Samarinda-Tenggarong dan di sini pelaku bertemu dengan seorang pramuria yang berinisial SI yang berusia 38 tahun.


Menganiaya Pramuria Hingga Mengalami Luka Serius
Dari pertemuan tersebut, Wandi dan SI setuju untuk melakukan transaksi dan keduanya kemudian melakukan hubungan suami istri di sebuah kamar. Korban kemudian menggunakan toilet dan di saat itu, dia melihat korban sedang menggunakan empat buah gelang emas. Tersangka kemudian mengambil palu yang terletak di kamar dan memukulkan palu tersebut ke bagian tengkuk leher karena ingin mendapatkan gelang emas yang dipakai oleh korban.
Korban selanjutnya berteriak dan pelaku semakin bersemangat untuk memukulkan palu tersebut ke korban hingga akhirnya korban tidak berdaya. Si pelaku kemudian mengambil keempat gelang tersebut dan berusaha untuk kabur. Sayangnya, usahanya tersebut tidak berhasil karena dihentikan oleh warga sekitar yang sebelumnya mendengar teriakan dari kamar korban.
Wandi sebagai pelaku kemudian ditangkap dan dilaporkan kepada pihak kepolisian. Korban yang terluka tersebut kemudian dilarikan ke RSUD AM Parikesit. Polisi kemudian datang ke TKP untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Emas yang Diambil Adalah Emas Imitasi
Pelaku mengaku bahwa emas yang diambil dari korban tersebut akan digunakannya untuk kehidupan sehari-hari, namun ternyata emas yang diambil tersebut adalah emas imitasi. Saat diamankan oleh polisi, ternyata emas tersebut sudah luntur. Meskipun begitu, korban akan tetap mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatan yang dilakukannya tersebut mengingat pelaku mengalami luka yang cukup serius. Pelaku kemudian dijerat dengan pasal pencurian dan kekerasan 365 KUHP dan dari perbuatannya tersebut, pelaku akan dikenai hukuman penjara selama maksimal lima tahun.

Kalah dalam bermain judi membuat Wandi nekat untuk merampas harta dari seorang pramuria. Tidak hanya merampasnya saja, pelaku juga tega menganiaya korban hingga korban memiliki luka yang cukup parah. Naasnya lagi, emas yang dicuri dari korban tersebut merupakan emas imitasi sehingga tidak layak untuk dijual lagi. Nasi sudah menjadi bubur, perbuatan Wandi tidak bisa dimaafkan secara hukum sehingga Wandi harus mendekam di penjara Polsek Samarinda.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RSS
Follow by Email